Wednesday, May 9, 2018

KARTU POS PRAMUKA INDONESIA

Berbahagia seorang anggota pramuka yang memiliki hobi filateli. Berikut Kartu Pos Koleksi Pribadi "PANDU-PRAMUKA", jika ingin melihat sila KLIK GAMBAR BERIKUT
https://www.slideshare.net/KafeBukuPakAw/kartu-pos-pramuka-indonesia-djoko-aw

Friday, April 27, 2018

SANG PELOPOR LITERASI KEPRAMUKAAN

Pada zaman itu Sudarmo Darjo Sudiro adalah seorang tokoh sekaligus pembina yang rajin menulis buku. Tentu sangat pantas kalau beliau juga diberikan penghargaan sebagi pelopor lietersi kepramukaan.
Blog ini memeberikan penghargaan yang sertinggi-tingginya atas semua karya Kak Sudarmo.

Monday, December 4, 2017

Kak H. Ama Soewarma Pandu Gaek peserta Jambore Dunia V Genap Usia 101 Tahun

Selamat ulang tahun moga bahagia dihari 101 tahun. Kakak H Ama Soewarma. Adalah peserta Jambore dunia V ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda. (Seperti yang saya baca di Kompasiana tulisan kak Berthold Berty Sinaulan).


Monday, November 6, 2017

PROGRAM KWARTAL PRAMUKA AMERIKA TAHUN 1958

Di Tahun 1958 kegiatan kepramukaan ternyata sudah tertata dengan baik, mulai dari pembuatan bulletine, arau lainhnya, sehingga pramuka saat itu memilki pengetahun dan informasi mengenai kepramukan sangat lengkap. Kalau dihitung mundur berarti 59 tahun yang lalu, atau lebih setengah abad pramuka suda menata diri. Ini saya sedang menceritakan aktivitas BSA - Boys Scout of America. Program-program kegiatan selalu didokumentasikan, abahkan dapat menjadi acuan. Sekarang buku yang hanya berisi tidak sampaiu 15 halaman ini menjadi barang antik, dan sangat cocok di lembaran memorabilia pramuka. Perjalanan diketemukan mejalah ini tidak terlalu panjkang, karena bog ini sudah mebnjalin dengan kawan-kawan yang mampu meampung berbagai pernik sdari parea penjual, kolektor bahkan pemulung. Hadirnya bukui ini melaluyi kebaikan seorang bernama Ibnu Fadil yang nongkrong di komunitas buku-buku lawas velodroom Malang. srelamat menikmati walau hanya sekedar dari kovernya. 

Propektus Jadoel Jambore Parmuka Taiwan

Tentu pernik pernik semacam ini sangat disukai orang yang betul bertul maniak, alias penghobi kelas berat pernik pernik pramuka. Buku atau semacam propektus ini berisi delapan halaman, sisnya membentangkan mengenai Jambore di Tiongkok Merdeka (sekarang Taiwan). Tidak hanya berita tapi juga berisi gambar atau foto foto yang sangat istimewa. Namun ang menjadi unik dari propektus ini adalah berbahasa Indoensia, lalu yang menerbitkan. Penerbitnya adalah Kantor Penerangan Amerika Serikat yang ada di Indonesia. Dari sampul belakang buku ini menyertakan alamat kantor penerangan yang ada di Medan, Suraba dan Jakarta.
- Jakarta beralamat di Jalan Tenaga
- Surabaya beralamat di Jalan Pembuda 23
- Medan beralamat di Jalan Jakarta.
semoga tayangan ini membuat semakin maraknya oran menggemari barang barang jadoel keparmukaan serta terbentuknya Group Face Book beraroma pernik pernik jadoel kepramukaan. Salam Pramuka di dunia maya.   

Tuesday, October 17, 2017

CERITA SAMPUL BELUM DI CAP

Tuesday, September 26, 2017

Marit Badge Memasak

Baru saja menjadi berita yang sanngat viral, ada beberapa pamuka yang keracunan gara gara makan nasi bungkus. Rupannya peristiwa ini mengingat kita sebagai pramuka. Kita semua diingatkan karena hampir semua kegiatan telah masuk ke wilayah instan. Betapa tidak  persami sekarang makanan telah disediakan, bahkan memasak di tenda sudahdianggap ketinggalan jaman. Dulu zaman yang dikata sudah lewat banyak membelajarkan kita semua. Dulu kendati perkemahan sehari, menyediakan makanan sendiri menjadi mutlak. Hampir semua pramuka bisa menanak nasi, dan dapat pula memasak sayur. Bahkan ketika ada seorang mahasiswa sedang menanak nasi di tempat kostnya langsung di justifikasi pernah menjadi anggota pramuka. 
sialnya sekarang menjadi instan, dan pramuka kurang sentuhan untuk belajar di alam bebas. Pembina menjadi penyedia bagikan bagian logistik, semua tersedia dengan sajian cepat, tanpa membelajarkan. Lebih aneh lagi kalau gagasan instanisasi itu justru dari Pembina.
Cerita di atas memberikan pengalaman baik bagi kita semua, padahal dahulu larangan membawa kompor di perkemahan  diberlakukan. 
Tak boleh meratapi kegiatan ini, sebaiknya justru digunakan batu loncatan berbenah. Mungkin gagasan lama perlu diangkat kembali. Ada festival menanak nasi bagi adik adik anggota pramuka siaga, yang sudah pada tingkatan Siaga Tata. Atau setiap kegiatan persami di wajibkan untuk menanak nasi sendiri, lalu pembina secara tidak langsung mengobservasi. Dari observasi itu pembina memberikan penilaian, dan kahir persami hasil observasi dapat dikonversi sebagai nilai kebiasaan, dan saat itu pula diakui sebagai sebuah kecakapan. Maka persami menjadi sarana pemberian tanda kecapakan khusus, atau marit badge. selamat ber PERSAMI dan Menanak Nasi.
Prangko Botswana, menggambarkan pramuka sedang memasak