Thursday, August 27, 2015

PEDOMAN KEPRAMUKAAN - WURI YENI



Buku terkait dengan kepramukaan akhir akhir ini menjamur hampir semua penerbit mengeluarkan. Tentu kahadirannya bukan serta merta, namun merupakan akibat Kepramukaan menjadi Ekstrakurikuler Wajib disekolah. Isinya sangat standar yskni mengenalkan apa dan mengapa Gerakan Pramuka. Namun untuk buku yang dikreasi oleh Kak Wuri Yeni DP memilki citarasa yang berbeda. Menurut pengarangnya buku ini ditujukan kepada pembaca non anggota pramuka, sehingga pembentangannya sangat sederhana namun mendalam. Adapun yang dibahas oleh buku ini, seperti daftar isi berikut:

Tuesday, August 18, 2015

KAK PAK DE KARWO DAN KAK DJOKO AW TERIMA PENGHARGAAN DARI KWARNAS YANG DISEMATKAN PRESIDEN RI JOJKO WI

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menerima penghargaan Mabida Peduli bidang Pramuka dari Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi). Penghargaan Mabida Peduli merupakan penghargaan yang diberikan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka atas kontribusi nyata dari Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) dalam memajukan gerakan Pramuka di Jatim.
Penghargaan tersebut diterima langsung Pakde Karwo sapaan akrabnya pada acara peringatan Hari Pramuka ke-54 Tahun 2015 di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur, Minggu (16/8).
Pakde Karwo terlihat bangga atas diperlolehnya penghargaan Mabida Peduli. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Pramuka Jatim telah turut andil memberikan perhatian serta kepedulian luar biasa terhadap perkembangan dan kemajuan gerakan Pramuka Indonesia. Selain Jatim, Kwarnas Gerakan Pramuka juga memberikan penghargaan serupa kepada Provinsi Jawa Barat dan Papua Barat.
Dalam arahannya, Presiden Jokowi yang selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka meminta, Gerakan Pramuka harus memiliki mental dan kepribadian yang kuat, pantang menyerah dan disiplin. Selain itu, Pramuka harus inovasi dan senantiasa hidup sejahtera dengan memantapkan nilai-nilai Pancasila, Tri Satya dan Tri Dharma Pramuka dalam sanubari.
Menurutnya, cita-cita pembangunan adalah membangun bangsa yang berkepribadian. Namun, membangun bangsa tidak hanya membangun secara fisik saja, melainkan membangun jiwa dan raganya.
Presiden Jokowi menambahkan, terpenting dari Gerakan Pramuka adalah kebanggan menjadi bagian dari Pramuka Indonesia. Pramuka harus terus membangun tunas-tunas muda agar memiliki watak, kepribadian dan karakter luhur yang baik sehingga terbentuk jati diri tunas-tunas muda yang kokoh. “Pramuka adalah garda terdepan pelaku perubahan dalam pembentukan karakter. Jayalah Pramuka dan Jayalah Indonesia Raya,” tegasnya yang diiringi tepuk tangan seluruh undangan.
Ka Kwarnas Gerakan Pramuka Dr. Adhyaksa Dault SH, M.Si mengajak semua pembina, pengurus Gerakan Pramuka untuk menyatukan langkah, menyeragamkan semangat, seirama, satu tujuan dan tindakan serta bersepakat bersama-sama menjadi karakter sebagai pemimpin, penilai dan pengukur kesuksesan hidup melalui Gerakan Pramuka.
Ia menambahkan, Gerakan Pramuka terus fokus pada pendidikan dan pelatihan kaum muda yang bertumpu pada pembangunan karakter dan kecakapan melalui apa yang disebut sebagai metode ke Pramukaan. “Berarti hingga hari ini, sudah 54 tahun Gerakan Pramuka berkarya dalam menyiapkan generasi pemimpin bangsa dan negara,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut Dr. Ir. H. Rb Fattah Yasin MS selaku anggota Majelis Pembimbing Daerah Jatim juga memperoleh penghargaan pada Hari Pramuka ke 54 Tingkat Nasional. Penghargaan diberikan oleh Presiden Jokowi berupa Lencana Darma Bakti Pramuka. Sedangkan, lencana melati diberikan Presiden kepada Dr. H. Djoko Adi Waluyo MM anggota Majelis Pembimbing Gugus Depan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
 Bersama Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE, dan Wali kota Kota Tangerang Selatan.Hj. Airin Rachmi Diany Wardana SH, MH. SEbelum menerima anugerah dari Presiden RI

Sunday, August 9, 2015

KITAB ABA-ABA dan PERATOERAN BARISAN (KEPANDUAN HW)

Buku ini didapat dari seorang pengumpul Dokumen dan buku bekas bernama Nur Rokhman, seorang pengumpul yang berdomisili di Pare-Kabupaten Kediri. Buku ini bercerita tentang Aba-abab dan peraturan Baris berbaris. Yang dihinpun oleh Djoemari W.M.P.M Solo. Buku ini dietrbitkan oleh Central Magazijn Pemoeda Moehamadijah Djokjakarta. Ketika memmesan buku ini disertakan pula satu Dokumen langka berkaitan dengan ucapan selamat natal dari Baden Powell. Berjumlah 29 halaman. Pada kulit luar buku ini tertulis " Toentoenan bagi sekalian Pemimpin Hizboel Wathan

Monday, August 3, 2015

KANTONG SIAGA

Seorang pembina siaga harus punya perhatian khusus dan tuntutan yang sangat istimewa. Karakter anak usia siaga sejatinya sangat riang dan penuh humor, serta senang bermain dengan berbagai permainan yang sangat varian. Seorang pembina tentu berusaha memenuhinya. Namun yang menjadi persoalan, ada kencederuang alat permainan itu tercecer dan akhrinya hilang tak tahu rimbannya. Kantong siaga akan memberikan solusi semua perlengkapan akan mudah terkantongi, ....posting..akan dilanjutkan

Sunday, July 26, 2015

PENGGALANG MUDA (SAMUDRA), KARTU PENILAIAN SYARAT-SYARAT UMUM

ILANG (INFO LANGKA). Setelah mengkais kais di komunitas buku buku lawas alis kuno, maka kutemukan beberapa kartu kartu yang terkait dengan dunia kepamukaan, sebagian telah saya unggah di FB ini, dan selanjut kusimpan dalam satu Albun bertema khusu juga di FB ini. Itupun belum cukup, maka saya dokumentasi di Blog pribadi (Pandu-Pramuka) . http://pandu-pramuka@blogspot.com.
Menarik dari pengamatan saya ternyata dului ada istilah PRAMUKA MUDA (SAMUDRA). Seperti yang tertulis di Kartu ini.
Kartu Penilaian Syarat-syarat Umum ini layaknya sama dengan SKU saat ini. Untuk mencapai sebgai Penggalang Muda (Samudra) harus memenuhi:
  1. Hafal dan Mengerti Trisatya dan Dasa Darma
  2. Hafal Pancasila menurut Urutannya
  3. Tahu arti Bendera Kebangsaan dan dapat mengibarkan dan menurunkannya
  4. Dapat menyanyikanLagu Kebanghsaan bait ke-1, ke -2 dan ke- 3
  5. Tahu nama resmi ke-Empat Angkatan Bersenjata Republik Indoensia
  6. Tan nama dan alamat Kepala RT. Kepala RW, Lurah dan Camat dari tempat tinggal penggalang
  7. Dapat menyanyikan satu lagu daerah dan lagu-lagu berikut ( a. Bagimu negeri; b. Maju tak gentar; c. Satru NUsa, satu Baangsa, d. Dari Barat sampai Ke Timur, c Sang Merah-Putih (ibu Sud)
  8. Tahu Tanda-tanda pengenal Gerakan Pramuka dalam Pasukan Penggalang
  9. Dapat baris berbaris, sikap sempurna, Istirahata, hadap kanan/kiri, balik kanan, maju jalan, berhenti, bubar jalan, lencang kanan, swetengah lencang kanan, dan berhitung
  10. Dapat memberi salam dengan tertip dan tahu kepada siapa melakukannya
  11. sekurang-kurangnya 8 kali setia mengunjungi latihan
  12. Setip kali latihahn datang dengan badan bersih dan berpakaian rapi
  13. Dapat membuat simpul2 dan tahu gunanya; simpul mati, anyam, tiang, pangkal dan menyusuk ujung tali

AMANAT BUNG KARNO PADA APEL BESAR GERAKAN PRAMUKA; GEMBLENGLAH DIRIMU SEHEBAT -HEBATNYA !

Secuil Cuplikan itu:
     Engkau, engkau sokoguru daripada hari kemudian kita. Apakah engkau sedar dan insyaf akan hal itu? Pak Sultan akan mati, Pak Azis nanti akan mati, aku nanti akan mati, semuanya, tetapi hari kemudian Indonesia adalah hari kemudianmu. enkau adalah sokoguru daripada hari kemudian kita. KArena itu sejak daripada sekarang sengkau sudah melatih, menggembleng, melatih, menggembleng melatih, menggembleng engkau punya diri, agar supaya hari kemudian Indoensia yang didalam tanganmu itu, hari kemudian yang gilang-gemilang : Politik gilang - gemilang, ekonomi gilang-gemilang, kebudayaan gilang-gemiliang. Inilah harapanku kepadamu sekalian. Latihlah, gemblenglah engkau punya diri sehebat-hebatnya !

Info buku:
Diterbitkan oleh Departemen Penerangan RI. di beli di komunitas buku lawas Kota Malang.  dari sampul depan terdapat stempel kepemilikan. "Sekretariat: Jalan Tawangmangu - 25 A Malang.

Friday, July 24, 2015

SOUVERNIR JAMBORE DUNIA KE 5 DI HOLLAND - TAHUN 1937

  Jambore Dunia Pramuka ke-5 adalah pertemuan atau Jambore yang diadakan di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda, pada 31 Juli 1937. Jambore dibuka oleh Ratu Belanda, Wilhemina, dan diikuti oleh kurang lebih 28.750 pandu mewakili 54 negara. Dengan adanya fasilitas 650 kran air dan 120 shower, Jambore ini menjadi jambore terbersih dari yang sebelum-sebelumnya. Seperti kebiasaan jambore, tentu akan berderet deret kedai “dadakan” yang menjual  Souvernir, tapi bagaimana untuk situasi Jambore ke 5 itu.  Namun yang menarik saya termukan Souvenir Jambore justru di komunitas buku lawas di Kota Malang. Souvenir itu berupa Peta (map).